Tips dan Pengalaman belajar bahasa Inggris


Written on 18 Oktober 2010 – 20:32 | by kursusbahasainggris

tenses-dan-grammar

Sebenarnya saya canggung mengingat bahwa saya tidak begitu menonjol dalam bahasa Inggris. tapi, mengingat bahwa pengalamanku itu bisa menjadi acuan bagi siapapun tentunya tidak ada salahnya saya tuturkan. Saya mengenal bahasa Inggris ketika saya sedang meninjak Sekolah Menengah Pertama atau lebih dikenal SMP. Saat itu, saya sangat kesulitan dan bisa ditebaknilai saya tidak begitu menonjol. tapi cukup bisa diterima dengan nilai 7. malah pernah ada yang sampai 6. Waktu itu, teman sekelas saya menggunakan kertas folio bergaris.  saya perhatikan ada banyak kata di situ. lalu saya coba meniru cara dia. tapi kali ini saya berbeda dengan temenku yang menulis kosa kata beserta isinya.saya justeru menggunakan tiga kertas folio untuk kata sama. satu satu folio untuk kata bahasa inggris disertai artinya. misalnya kata cat =kucing, seperti yang biasa kita temui pada kamus. namun kata-kata itu dipilih dari kata-kata yang ada pada buku pelajaran SMP yang kami pelajari.kemudian saya modifikasikan dengan  gunakan folio yang hanya berisi kosa kata bahasa Inggris (misalnya, cat), kemudian folio ketiga adalah  kosa kata bahasa indonesia(misalnya, kucing). jadi saat itu, temanku hanya menggunakan satu folio. saya gunakan tiga folio kertas bergaris. kemana-mana saya bawa kertas bergairs itu. bahkan bisa sampai rusak. tapi saya tulis kembali. jika sudah hafal betul, saya buat lagi yang baru. sementara yang lama saya simpan di rumah. benar adanya, saya cukup puas ketika saya lulus SMP, saya mendapat nilai 8. Menginjak Sekolah Menengah Atas/Umum (SMA atau SMU), TIDAK berbeda jauh, hanya saja nilai saya standar 6 atau 7. tapi kemudian, saat kelas 3 (tiga) SMU, saya menyadari akan kemampuan otak saya yang tidak menonjol, sehingga saya coba untuk mempelajari pelajaran kelas 1 (satu) dan kelas 2(dua) SMU.  Akhirnya, saat kelulusan saya memperoleh nilai yang memadai 8. semua itu, tak lain karena saya mulai mempelajari seluruh pelajaran dari kelas 1 sampai 3. meski saat kelas tiga guru bahasa Inggris mengajarkan sebagian. ternyata memang mempelajari bahasa inggris tidak bisa sepotong-sepotong seperti per semester. lebih jelas, kalau kita kelas tiga, tidak berarti hanya pelajaran kelas tiga  yang kita pelajari saja. karena tentu sudah diketahui bahwa UNAS atau ujian unasional yang diujikan adalah seluruh pelajaran dari kelas satu hingga kelas tiga dan bukan hanya pelajaran kelas 3 seperti yang diajarkan dan kita catat  saat guru mengajar di kelas.

Tapi keberuntungan tidak selamanya berpihak, saat itu saya tidak diterima di universitas negeri, sehingga dengan kondisi keuangan yang biasa-biasa saja, orang tua tidak sanggup menyekolahkan saya di universitas  swasta. kemudian, saya mesti menunggu setahun lagi agar dapat diterima di universitas negeri. selama menunggu setahun itu, saya mengikuti kursus bahasa Inggris. Di sana, saya mulai belajar berbicara bahasa Inggris. di sana, saya mendapat pelajaran sikap dari salah seorang peserta. saat ada kelas, conversation atau percakapan bahasa Inggris yang di luar kelas dan bagi siapa saja bisa mengikutinya tanpa memandang level. teman saya itu, punya sikap yang membuat saya tergugah. bayangkan saat guru kursus meminta salah seorang agar maju ke depan. dia memberanikan diri ke depan dan ternyata saat di depan tidak bisa ngomong apa-apa. tapi, ternyata sikap itulah yang membuatnya mampu menguasai bahasa Inggris di kemudian hari. Sehingga tidak mengherankan, karena bahasa inggrisnya yang fasih itu, dia diterima di salah satu perusahaan ternama di jakarta dan saat waktu tertentu dia datang ke tempat kursus itu, dan menceritakan pengalamannya itu pada semua orang. Tapi kondisi saya tidak se-ekstrim temanku itu. karena saya sudah punya bekal bahasa inggris yang memadai dari SMU. tapi, saya meniru teman saya, karena kadang saya memberanikan diri saat guru kursus meminta seseorang untuk maju dan berbicara bahasa Inggris. Di samping itu, saya kadang diajak temanku itu mengikuti acara-acara rekreasi yang diadakan temen-teman kursus. kadang bersama temenku itu, kami berbicara bahasa Inggris. kemudian diajak tempat pariwisata yang ada orang asing atau kalau kita sebut  bule, kalau orang jawa Londo…hehe…tapi, di sini yang tidak saya lupa, saat pertama kali berbicara dengan bule itu, meski sering tidak nyambung, sangat berpengaruh besar. karena ketika bisa bercakap-cakap  dan memahami apa yang diucapkan bule, kita jadi semakin antusias dan bersemangat dalam belajar bahasa Inggris. percaya diri kita meningkat pesat saat kita bisa memahami apa yang dikatakan bule meski tidak sepenuhnya.

Saat  kursus itu, di samping mempelajari pelajaran dari kursus yang waktu itu saya ikuti.  di rumah, saya mulai belajar mandiri belajar bahasa Inggris. saya gunakan lagi metode atau cara-cara saya saat SMP. misalnya menggunakan kertas filio bergaris untuk mengumpulkan kosa kata. tapi kali ini, saya banyak membaca bahasa Inggris. terutama majalah, karena majalah bahasa Inggris isinya banyak yang santai dan penuh dengan kosa kata.  kemudian juga, saya mulai mendengarkan nasehat temenku agar saya mendengarkan  dari Televisi dan Radio. tapi kata temenku, bagi pemula lebih diperbanyak mendengarkan radio. karena untuk radio lebih mudah diterapkan daripada dengan Televisi. karena kadang kalau dengan Televisi konsentrasi hilang. sementara dengan radio, berhubung hanya pendengaran atau telinga yang berfungsi untuk belajar, sehingga lebih mudah memahami percakapan. disamping membaca majalah-majalah ringan bahasa Inggris, saya mulai membaca dari koran atau harian bahasa Inggris. tapi, kadang saya coba membacanya sambil berbicara untuk meningkatkan lafal bahasa inggris yang benar. tapi ternyata yang jsusteru sangat berperan adalah bagaimana meningkatkan kemampuan menulis. saya dikasih tips teman tulis aja yang ringan-ringan. karena ternyata dengan menulis itu, mempercepat penguasaan kita b menghafaal kosta kata. saya teringat ketika melihat temen menulis diary. akhirnya saya ungkapkan apa saja isi hati saya, tapi kali ini, dengan bahasa inggris.di saat itulah, justeru kemampuan saya menguasai kota kata dan grammar meningkat pesat. Semua itu saling mendukung, saat saya menulis itu, saya dituntut untuk tahu grammar dan perlu memiliki kosa kata banyak. kemudian saat saya mendengarkan radio, karena kosa kata sudah banyak yang dihafal sehingga memudahkan saya memahami isi pembicaraan yang ada diradio. jadi wajar, saya sarankan untuk mengikuti kursus. kenapa demikian? karena saat kita belajar bahasa Inggris di SMP atau SMA, kita tidak diajarkan berbicara/speaking dan menulis/Writing, juga mendengarkan/listening. seperti saya tadi pahami, berbicara (Speaking), menulis (wring) danm mendengarkan (listening) itu adalah praktek. sedangkan membaca lebih bersifat teoritis. karena, jika praktek dan teori diterapkan sekaligus tentu akan lebih mudah menguasai daripada kita mempelajari hanya dengan menggunakan teori saja. jadi tidak heran, ketika kita masih SMP atau SMU kita kesulitan menguasai bahasa Inggris, karena praktek tidak berfungsi atau diterapkan. Saya berharap apa yang saya alami ini, bisa menjadi sesuatu yang berharga bahwa dengan pengetahuan dan kemampuan kita yang pas-pasan tidak menghalangi kita untuk menguasai bahasa Inggris. yang penting, banyak faktor yang mesti diperhatikan. selain ketekunan, juga butuh keberanian untuk berbicara di depan orang (penting untuk speaking).

PENULIS BLOG INI,

AGUS SURYANTO

tinggal di Jogjakarta

Konsep Belajar Bahasa Inggris


Written on 18 Oktober 2010 – 18:23 | by kursusbahasainggris

tenses dan tata bahasa

Anda bisa mempelajari konsep bahasa Inggris dari blog laen yang saya buat.

silakan KLIK DISINI